Mobile Menu

navigasi

More News

Ejekan Rasial kembali terjadi, Bek Valencia yang kini menjadi korban

11.02




 Varia Olahraga- Peristiwa rasisme kembali terjadi dalam pertandingan sepakbola. Hal ini dialami oleh pemain belakang Valencia C.F Mouctar Diakhaby.

Peristiwa ini terjadi ditengah pertandingan antara Cadiz melawan Valencia di Nuevo Estadio Ramonde Carranza pada Minggu siang atau Minggu malam WIB (4/4/2021).

Kejadian besar ini bermula ketika dimenit 29 ketika kedudukan masih sama kuat 1-1. Cadiz mengambil tendangan bebas kemudian Diakhaby yang mengawal pertahanan berduel dengan Juan Cala di kotak penalty.

Setelah itu DIakhaby terlihat sangat marah kepada Cala. Kemarahan ini diduga karena ejekan Rasial yang dilakukan Cala sesaat setelah duel tersebut. Melihat aksi Diakhaby tersebut wasit langsung mengeluarkan kartu kuning.

Diakhaby pun menjelaskan kepada wasit mengapa ia sangat marah. Dikutip dari futbolred.com Diakhaby mengungkapkan dirinya diejek “negro de mierda” atau jika diterjemahkan menjadi n*gg* s**l*n. Setelah itu ia memilih untuk walkout dan diikuti oleh seluruh pemain yang lain.

Setelah 20 menit, pemain Valencia memilih untuk melanjutkan permainan. Dalam pernyataan resmi klub, para pemain dipaksa untuk melanjutkan permainan karena wasit memberitahu bahwa apabila mereka tidak segera melanjutkan permainan maka mereka akan mendapatkan sanksi pengurangan point.

Para pemain pun melanjutkan permainan demi kehormatan klub dan juga permintaan oleh Diakhaby itu sendiri. Jose Gaya yang merupakan kapten tim Valencia mengungkapkan bahwa Diakhaby tidak bisa melanjutkan permainan karena perasaan yang hancur setelah insiden tersebut. Oleh sebabnya ia digantikan dengan Hugo Guillamon.

Gaya juga menerangkan bahwa dirinya dan juga seluruh rekan tim mendukung Diakhaby dalam peristiwa ini.

“aku saat itu berada jauh dari insiden tersebut. Diakhaby terlihat sangat marah dan memberitahu (kami) bahwa dia mendapatkan ejekan rasial. Itulah mengapa kami meninggalkan lapangan” ungkapnya saat wawancara setelah pertandingan.

Pertandingan pun dilanjut dengan Cala yang tetap bermain meskipun dia ditarik keluar juga di babak kedua.

Pelatih Cadiz, Alvaro Cervera mengungkapkan bahwa Cala memberitahunya bahwa dia tidak mengejek siapa pun dan dia percaya kepada anak asuhnya.

“dia (Cala) memberitahuku bahwa dia tidak pernah mengejek pemain lain” ungkap Cervera.

“kita perlu mengutuk aksi (rasialisme) ketika itu terjadi, tapi aku mempercayai apa yang dikatakan pemainku” lanjutnya

Otoritas liga setempat belum memberikan pernyataan atas insiden ini.

Pertandingan ini pun berakhir dengan kemenangan Cadiz 2-1. Cala membuka keunggulan di menit ke-14 dan disamakan oleh Kevin Gemeiro dimenti ke-19. Cadiz memastikan kemenangan lewat Marcos Moura di menit 88.

Kemenangan ini membuat Cadiz bisa sedikit menjauh dari zona Degradasi dan hanya berjarak satu poin dari Valencia yang berada di posisi ke-12.

Sayangnya kemenangan ini harus dinodai dengan aksi rasial tersebut dan menambah catatan kelam Rasisme di sepakbola Eropa. Sebelumnya pemain Manchester United, Fred, mengalami ejekan rasial di media social dan langsung menjadi perhatian penuh pihak klub dengan mengeluarkan kampanye #allredequal sebagai bentuk anti rasisme didalam klubnya dan juga sepakbola secara keseluruhan.(Penulis: Rifqi Azis/ Sumber: goal.com ; abc.au ; futbolred.com) 

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar