Mobile Menu

navigasi

More News

PM Inggris dan Presiden Prancis kompak menolak ajuan kompetisi European Super League

15.27


 Varia Olahraga - Kemuncuan European Super League (ESL) tidak hanya mengejutkan insan sepak bola saja, semua orang termasuk para elit politik juga ikut angkat bicara tentang kasus ini.

Salah satu elit politik yang angkat suara akan isu diadakan kompetisi ESL ini ialah Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Menjadi salah satu negara yang klubnya setuju mengikuti kompetesi ini Boris menyampaikan bahwa ESL akan mengganggu sepak bola yang sudah lama terbentuk.



"Rencana European Super League akan sangat merusak sepak bola, dan kami mendukung otoritas sepak bola dalam mengambil tindakan," ujar Boris Johnson melalui cuitan di akun Twitternya.

"Mereka akan menyerang jantung kompetisi domestik, dan akan menjadi perhatian suporter di seluruh negeri," ucap Boris menambahkan.



Selain PM Inggris, Presiden Prancis, Emmanuel Macron pun mengungkapkan hal yang senada perihal ESL. Dengan tidak ikutnya klub-klub yang berasal dari League 1, Malcolm memuji hal tersebut. Termasuk dengan PSG yang menjadi klub terbesar di Dunia namun tidak ikut ESL.

"Presiden menyambut baik posisi klub-klub Prancis yang menolak berpartisipasi dalam proyek European Super League yang mengancam prinsip solidaritas dan prestasi olahraga," ujar Macron dikutip dari Reuters.

Lebih dalam, Malcolm mendukung segala tindakan UEFA dan juga pihak berwenang untuk mengambil tindakan atas Tim-tim yang ikut serta dalam kompetisi European Super League.

"Negara Prancis akan mendukung semua langkah yang diambil LFP [Liga Prancis], FFF [Federasi Sepak Bola Prancis], UEFA, dan FIFA melindungi integritas kompetisi federal, baik nasional maupun Eropa," ucap Macron.

Kompetisi European Super League merupakan kompetisi baru yang diprakasai oleh para pemilik klub. Pemilik Real Madrid, Florentino Perez, ditunjuk sebagai Presiden terbaru dalam rencana ini.

Hingga berita ini diterbitkan, UEFA sudah menyiapkan hukuman bagi klub – klub yang mengikuti kompetisi ini, mulai dari denda 60 Miliar Euro, diskualifikasi dari ajang-ajang domestic maupun benua, hingga pelarangan para pemain dalam membela timnas.

Dengan kata lain bisa jadi PSG yang menjadi juara Liga Champions dikarenakan ketidak ikut sertaan mereka pada kompetisi ini. Karena saingan PSG yakni Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City menjadi klub pendiri ESL.

Namun UEFA memutuskan bahwa pertandingan Liga Champions yang direncanakan akan mulai pada tanggal 28 April 2021 dan juga Europa League pada tanggal 30 April 2021 akan ditungga hingga pengumuman selanjutnya (Penulis: Rifqi Azis/ Sumber: cnnindonesia)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar