Mobile Menu

navigasi

More News

Reaksi Kemenpora terhadap penerapan PPKM darurat

14.51


 

Varia Olahraga - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak pada kegiatan olahraga Indonesia. Kini pihak Kemenpora sedang merumuskan aturan baru yang lebih ketat.

 

Hal tersebut disampaikna langsung oleh Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto. Kendati tetap mempersilakan pemusatan latihan nasional tetap berjalan, namun induk-induk cabang olahraga tetap diminta untuk melaporkan kegiatannya ke Satgas COVID-19 dan Dinas Kesehatan setempat.

 

"Kami sedang memformulasikan aturan masalah olahraga, karena (meskipun) pada Juni 2020 sudah ada protokol kesehatan, tapi lingkupnya kan nasional. Sedangkan kali ini lebih ketat lagi. Nanti secepatnya Pak Menteri (Zainudin Amali) akan mengumumkan tentang kebijakan masalah olahraga," kata Gatot kepada detikSport, Kamis (01/07/2021).

 

Gatot menjelaskan, akan terdapat penyesuain kebijakan di tengah pandemic COVID-19 mengingat bahwa akan banyak event dan kebutuhan Pelatnas kedepan.

 

"Jadi Pelatnas tetap jalan terutama yang di luar Jawa-Bali. Sementara itu, pelatnas yang di kawasan Jawa-Bali harus protokol kesehatan yang sangat ketat sekali. Artinya harus ada izin atau pendampingan dari Satgas setempat, Dinkes setempat, dsb," ujarnya.

 

"Karena selama ini kalau mau pelatnas, ya pelatnas begitu saja. Jadi akan ada penyesuaian lah. Jadi tidak dihapuskan atau disetop (pelatnasnya) tapi prokesnya lebih ketat," Gatot menegaskan.

 

Pelaksanaan PPKM darurat mulai 3-20 Juli secara resmi diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo.  Dalam peraturan PPKM darurat, terdapan peraturan terkait kegiatan seni/budaya, olahraga, dan social masyarakat (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

 

"Tadi pagi saya komunikasi dengan salah satu direksi (PPK GBK). Memang efek dari PPKM darurat itu (GBK) akan tutup sementara. Tapi tentang masalah pelatnas memang tidak berhenti, hanya saja prokesnya lebih ketat," kata Gatot menyoal dampak kepada kawasan GBK.

 

"Seperti atletik tidak ada pilihan lain (jalan), tapi kami juga minta untuk cabor terkait melaporkan kepada Satgas setempat, Dinskes, dan kepolisian," ujarnya. (rifqiazis/detiksport)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar